Senin, Desember 08, 2008

Selamat Idul Adha 1429H

Hari ini aku merayakan hari raya Idul Adha jauh dari keluarga besar...yaa..karena aku ada di Palembang dan seluruh keluarga besar ada di kota kelahiranku, Surabaya. Semalam, aku beserta keluarga kecilku berjalan keliling kota Palembang...tidak seperti di Sidoarjo (kota tempat aku tinggal sebelumnya), di Palembang ini tidak ada dengung takbir bergema di sepanjang jalan yang kulalui (mungkin aku kurang masuk ke dalam yaa...) tetapi yang kulihat toko-toko palen layaknya mini market dan supermarket rame banget...bahkan parkir motor sampai memenuhi jalan, department store lokal yang kebetulan berada di arah jalan komplek rumahku pun terlihat penuh sesak dilihat dari luar (benar-2 mempersiapkan hari raya besok, kayaknya SmileyCentral.com).

Hari ini, yang berangkat shalat hanya papa dan kakak (sebutanku untuk si Sulung), aku...lagi kedatangan "tamu", si adik otomatis gak ikut karena gak ada temennya. Tidak ada sesuatu yang istimewa di rumahku saat ini, tidak ada masakan special, tidak ada ketupat (di Palembang ini hari Raya Idul Adha dirayakan dengan membuat ketupat dan teman-2nya) semuanya berjalan rutin seperti biasa, kecuali tambahan rasa syukur karena dalam kondisi jauh dari keluarga besar, berkah dan rahmat dari Allah SWT tiada putus-2nya. Allah telah memberikan semua hal terbaik untukku dan keluargaku...Semoga Allah tetap memberikan ridhoNya dan selalu memberiku kesempatan untuk berbagi kepada sesama, tidak hanya di bulan Dzulhijjah ini saja, tapi juga di bulan-2 yang lain juga di hari-2 yang lain. Selamat Idul Adha 1429H.

Anda punya pengalaman berkesan seputar lebaran Idul Adha ini...?
mo baca terusss»»

Sabtu, Desember 06, 2008

Golden Wedding anniversary

SmileyCentral.com
Yaa....Bapak dan mama sudah mengarungi bahtera perkawinan ini selama 50 tahun, tepatnya di 20 Juli 2007. Sejak lebaran 2006, Bapak sudah berencana..."nanti kalo usia perkawinan Bapak sama mama genap 50 th di th depan, Bapak akan ngasih sesuatu ke anak-2" hehe...Ge-eR nih para anak-2nya (putra putri Bapak dan mama ada 8 biji...eh anak SmileyCentral.com) .
Akhirnya, tanpa sepengetahuan Bapak dan mama, aku,kakak-2ku dan adikku sepakat untuk menabung bareng-2 guna merayakan "the golden wedding anniversay" Bapak dan mama, lumayan kan...menabung dari bulan September 2006 hingga Juni 2007, secara...delapan orang yang menabung...
SmileyCentral.com
Akhirnya...Alhamdulillah, hari H itu datang juga...dengan dibantu teman yang bergerak di bidang event organizer, dan dana hasil menabung kami berhasil mempersembahkan acara syukuran bersandingnya Bapak dan mama sebagai pasangan suami istri yang ke 50 tahun. Acara dihadiri oleh keluarga besar dari Bapak dan mama, rekan-rekan masa muda Bapak dan mama, juga para kerabat yang banyak memberikan kontribusi pada kehidupan pernikahan Bapak dan Mama . Acara tersebut dikemas outdoor - di tepi kolam renang...semua berkumpul, duduk menjadi satu dan menyaksikan video perjalanan pernikahan Bapak dan Mama mulai dari dokumentasi pernikahan Bapak dan Mama (yang saat itu diceritakan dalam kondisi banjir besar di Tulungagung) hingga hadirnya para putra-putri yang berjumlah delapan orang dan diceritakan semua hingga masa kini....pfiiiuuuhhh...moment-moment ini yang lumayan bikin load pekerjaan persiapan ini menjadi besar, karena kami (aku dan seluruh kakak-adikku) harus bergotong royong mengumpulkan seluruh dokumentasi ini sekaligus mencari-cari informasi bagaimana kehidupan masa lalu Bapak dan Mama dimasa-masa pacaran hingga menikah...hehehe...seru yaa... Satu lagi yang paling seru adalah...menyembunyikan seluruh persiapan acara ini dan menghindarkan Bapak dan Mama untuk ikut serta dalam persiapan acara ini . (berdasarkan pengalaman....Bapak tuh orangnya gak bisa diem...hehe...maunya ikuuuttt aja, gak peduli capek ataupun sakit). Alhamdulillah....acara ini lancar hingga akhir, Bapak dan mama gembira bertemu kembali dengan seluruh kerabat dalam suasana yang akrab, guyub dan menyenangkan. Dan yang lebih penting...acara ini adalah persembahan cinta kami semua putra putrinya kepada Bapak dan mama yang telah memberikan kami cinta kasih yang tulus, kehidupan yang menyenangkan dan pelajaran-pelajaran hidup yang berharga. Dan, tau gak...apa ternyata yang akan dihadiahkan Bapak dan mama kepada salah satu dari kita anak-anaknya....? Ternyata, Bapak ingin menghadiahkan foto Bapak dan mama berdua yang telah diperbesar dan dipigura...hehehe...

Ya Allah, terimakasih atas seluruh karunia-Mu. Engkau telah melindungi keluarga kami. Engkau teguhkan 50 tahun pernikahan kedua orang tua kami. Semoga senantiasa abadi...


mo baca terusss»»

Rindu PECEL

Pagi ini aku melihat di salah satu stasiun TV favoritku acara wisata kulinernya pak Bondan...wow...ternyata jalan-jalannya ke Surabaya (kota asalku) dan tau gak wisatanya kemana? beli PECEL pandegiling...! Asal tau aja, pecel ini udah ada sejak aku belum lahir...

dan kebetulan tempat nasi pecel itu di daerah rumahku, jadi sejak dulu hampir setiap minggu bapak dan mama (aku biasa memanggil kedua orangtuaku dengan sebutan itu) membeli nasi pecel ini...dan karena porsinya besar...kami dulu biasa berbagi (alasan lain sih, karena harganya yang mahalll....hahahaaaa... memang pecel ini terkenal mahalnya sejak dulu, maklum satu porsinya disertai dengan daging empal hampir 1/4 kg) bapak biasa dengan 1 porsinya, aku berdua dengan mama, dan kakak2ku yang lain tergantung kebutuhan...kalo lagi kepengen satu bungkus bisa dihabiskan sendiri, kalo lagi males makan yaa berbagi dengan lainnya (kembul) . Nah, sekarang...aku ada di palembang...tidak ada pecel disini...kebayang kan...kangennya diriku dengan masakan satu ini (tapi aku masih bisa koq masak sendiri disiniSmileyCentral.com) apalagi dengan pecel pandegiling ini...whuuuaaahhh....kangen banget.... eh, lha koq pak Bondan ngiming-ngimingi...pake ngomong "hmmm....top markotop....mak nyuss" whoaaaaa.....pengeeennnnn....!
SmileyCentral.com
Pernah kangen dengan makanan masa kecil???
mo baca terusss»»

Kamis, Desember 04, 2008

ooo....mpek-mpek

Orang Palembang ini amat sangat bangga dengan mpek-mpeknya...iya sih...sapa juga yang gak bangga dan sayang dengan kota kelahirannya. Tapi pengalaman saya, juga teman2 lain diluar Palembang...sesayang-sayangnya kita dengan kota kelahiran kita, pasti masalah lidah dan perut ada rasa bosan dengan kenikmatan kuliner asal kota kelahiran kita, apalagi jika setiap hari...setiap saat...kita harus menikmati jenis kuliner yang sama. Beda dengan orang Palembang....kapanpun, dimanapun...acara apapun...yang namanya mpek-mpek selalu ada dan nomor satu dilahap sampai habis.
Dikantor...acara apapun mulai dari meeting kecil, sedang, hingga rakor dan workshop pasti panganan ini ada dan selalu berhasil memuaskan lidah dan perut wong-wong palembang ini. Tanpa rasa bosan! Ada meeting tiap hari di kantor...berarti mpek-mpek itu akan selalu ada dan tersedia di meja setiap hari. Diluar kantor pun, hampir disetiap sudut kota, disepanjang jalan...warung yang ada dan rame pengunjung pastilah warung dan depot mpek-mpek...bahkan bakso pun, yang di kota kelahiran saya (Surabaya) menjadi jargonnya cemilan asyik...lewat oleh mpek-mpek.

Anda juga suka mpek-mpek...???

mo baca terusss»»

Minggu, November 23, 2008

Ada dan Tiada

Saat itu, Kamis 23 Agustus 2008...Aku minta ijin papa pulang agak telat, karena rekan sekantor mengajak untuk makan malam bersama (farewell-lah). Kami bercanda, makan, berandai-andai...seru lah pokoknya. Sekitar pk. 20.00 WIB, kami pulang, bareng-bareng di mobil yang sama dan meneruskan bercanda...ditengah perjalanan papa telpon dan menanyakan suatu hal yang biasa "mama dimana?" tapi ada satu hal yang menggelitik untuk dapat menjadi beban pikiranku saat itu, saat papa berkata "cepat pulang ya...anak-anak sendirian, tolong ditemenin" Ada apa...? ternyata suami adik ipar dikabarkan jatuh di rumah...aku mengiyakan...tapi selang sepuluh menit hatiku merasa ada yang tidak beres...ku sms papa menanyakan bagaimana kabar suami adik iparku itu...bukan sms balasan yan kudapat tapi telpon dari papa yang bagai petir disiang bolong....
"ma...Innalillahi maa...! apa pa...kenapa...? Totok maa...innalillahi...! Aku masih terpana mendengar suara papa di telpon...masih belum ngeh dengan kata-katanya...hingga aku bertanya..."Totok kenapa pa...parah jatuhnya?" Papa dengan tersendat dan parau berkata "Totok meninggal ma.." Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un...tumpahlah airmataku di mobil saat perjalanan pulang kerumah, tak terbendung...kuucapkan istighfar berkali-kali....terbayang Liza, adik iparku...Anza dan Naafii' keponakanku yang masih berusia 9 dan hampir 2 tahun. Sesak dada ini...Seketika suasana di dalam mobil hening...semua mengerti kedukaanku. Salah seorang rekan berkata, jika ada yang meninggal dan saat itu dibacakan surat Al Ikhlas sebanyak 7 kali maka insyaAllah doanya akan diterima dan arwah yang meninggal akan didampingi oleh para malaikat. Langsung saat itu pula kudengungkan surat Al Ikhlas. Selamat jalan mas Totok, belum banyak aku mengenal dirimu, belum begitu dekat aku dengan dirimu, tapi begitu banyak hal yang kudapat darimu dan menjadi kenangan untukku. Tabahkan dan kuatkan hatimu Liz...ada 2 cahaya dalam kehidupanmu yang akan selalu menjadi penerang langkahmu...Anak-anakmu...Anza dan Naafii'.

Secuil kisah ada dan dan tiada

Berawal dari perkenalan saat pernikahannya dengan calon adik ipar, hingga menjadi ipar sesungguhnya. Sosok yang bersahaja...pendiam...tak banyak kata. Dari dia aku belajar tentang kesabaran, pengertian dan kesopanan walaupun secara tidak langsung. Masih teringat dibenakku...saat terakhir kali aku bertemu dengan beliau, satu minggu sebelum kepulangannya ke Rahmatullah...saat itu aku hanya bisa menyapa dari jendela mobil (karena mengantar Liza dan dua putranya setelah kami ziarah ke makam ayah dan ibu mertua di Malang) dengan kalimat "Gimana mas, udah sehat?" karena saat itu beliau tidak ikut ke Malang karena memang kurang enak badan. Ternyata...itulah saapaanku terakhir untuknya.


mo baca terusss»»

Sabtu, November 15, 2008

pindah

10 Oktober 2008, adalah saat kami (Aku, Papa, Gammas dan Aya) plus mbah Puah (yang ngejagain anak-anak) untuk pindah dari home sweet home kami yang pertama di Green Park Regency, Sidoarjo ke daerah yang benar2 baru dan belum kami kenal sebelumnya selain mpek-mpek dan tekwannya.... yaaa...Palembang...!! Kami akan pindah ke Palembang. Suatu hal yang benar-benar membuat kami harus berpikir dan bertindak ekstra cepat....mencari rumah, mencari sekolah, mencari calon2 pembeli barang2 yang kami tinggal, mendelegasikan kunci rumah yang lama sambil menunggu calon penyewa.....pfiiiuuuhhh...tidak terbayangkan.
Yaaa...sesuatu yang baru...! Baru…karena baru kali ini kami pindah karena tugas (dua kali sebelumnya karena pindah kontrak rumah ke rumah kami sendiri setelah sebelumnya pindah dari rumah orang tua ke rumah kontrakan), baru…karena pindahnya ke Palembang, keluar Jawa...(tidak pernah terbayang...!), baru…karena anak-anak harus pula mengikuti ego orangtuanya untuk menempuh kehidupan yang lebih baik (insyaAllah) dengan mengorbankan kepentingan dan kemauan mereka untuk tetap menikmati suasana damai dan menyenangkan di kota udang Sidoarjo.
Berat…??? Yaaa…berat…! Apalagi aku menyadari bahwa dengan kepindahan ini, aku tidak akan bisa lagi menikmati rujak cingur kesukaanku setiap kali aku menginginkannya (hihi…simple yaa), berat…saat aku sadar bahwa tidak bisa setiap kali aku ingin bermanja dengan orangtuaku, aku bisa langsung bersandar pada bahunya (biasanya aku rutin berkunjung setiap sabtu atau minggu ke rumah beliau), berat pula karena harus memutuskan sesuatu yang amat sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa dan mental Gammas dan Aya. Satu hal lagi yang membuatku berat tuk melangkah, yaitu keberadaan adik iparku yang tinggal di satu kota dengan kami di Sidoarjo…karena dia baru saja kehilangan orang yang paling dikasihinya…yaa….kami semua kehilangan…sedih rasanya jika harus mengingat itu semua, tapi insya Allah Liza dan kedua putra putrinya bisa terus menapaki hidup ini dengan langkah ringan dan dengan penuh tawakkal. Amin. (nanti aku ceritakan pada stories-ku yang lain).

Pukul 05.00 WIB Aku sudah bangun. Tidak seperti biasanya, yang masih berguling guling di kasur, saat itu aku langsung bangun dan segera ke dapur…(aku sedang berhalangan saat itu, jadi tidak menunaikan ibadah pagiku)…yaaa…dapurku sudah lengang, barang2 sudah tidak ada di tempatnya, kecuali kompor dan gas karena memang kutinggalkan. Lama aku menatap ruang dapurku dan tiba-tiba dadaku terasa sesak…aku baru menyadari…berat rasanya berpisah dari semua kenangan dan memories yang kita miliki sebelumnya, sampai akhirnya mbah Puah menyadarkanku dengan kehadiran dan sapaannya “siram mbak…?”. Aku berpaling dan menjawab “enggak mbah, mengko ae (nanti aja…)” .

Setelah itu satu persatu anggota keluargaku bangun, papa, Gammas dan si bungsu Aya. Disela-sela kegiatan persiapan terakhir itu, kakakku nomor dua (yang sengaja tidur di rumah kami untuk mengantarkan aku sekeluarga ke bandara) bicara “gak usah mbah…iku gak usah digowo” (gak usah mbah…itu gak usah dibawa)…ya ampuunnn…ternyata all stuff yang ada di dapurku sebagian besar ingin dibawa oleh si mbah, dengan menggunakan tas plastic hitam besar…padahal kami akan berangkat dengan menggunakan pesawat dan yang ada di dalam tas plastic itu adalah peralatan dapur yang dari plastic yang sengaja aku tinggalkan karena aku berpikir akan lebih efisien untuk membeli lagi di tempat baru daripada kami harus membawa dari tempat asal. Duh….mbah…! Akhirnya, daripada aku pusing memikirkan hal itu, kuserahkan sepenuhnya pada kakakku untuk mengatur tas-tas milik mbah yang akan dibawa (malam sebelumnya kami sudah mengatur dan menghitung berapa barang bawaan yang harus masuk di bagasi, termasuk punya si mbah, tapi ternyata paginya masih banyak tas2 mbah yang mau dibawa termasuk tas2 plastik itu….whoaaaaaa……).

Akhirnya, tepat pukul 09.00 WIB, kami keluar dari rumah…diiringi lambaian tangan para tetangga yang sudah empat tahun berinteraksi dengan kami (aku, papa, Gammas dan Aya juga mbah). Bye guys…we’ll remember you all.

Dibandara, sudah menunggu Liza dengan kedua putranya, tante Ros (yang suka latah), ada juga tante dan om Budi, Yang Guru (sebutan dari anakku untuk adik ibuku karena beliau seorang guru TK), Mbak Nar (kakak keduaku yang tidur semalam di rumah) dengan suaminya, Tono dan Galuh dengan dua krucilnya….dan beberapa keponakan…banyak yaaa….iyya..secara karena di keluargaku belum pernah ada yang merantau hingga ke luar Jawa untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan. O iya..keberangkatanku ini walaupun berat tapi ada hal yang menyejukkan hatiku…karena kedua orangtuaku bersedia untuk turut serta menemani saat-saat pertama kami ada di Palembang. Maturnuwun Ma..Pak….!

mo baca terusss»»

Selasa, Juli 22, 2008

On Vacation

Liburan anak-anak.....kemana yaa...?? Kebetulan saat liburan ini, papanya ngikut PON di Kaltim sebagai atlit...so, why don't we go there to support papa? aah...haaa....!! Akhirnya dalam tiga hari efektif kegiatan yang dilakukan adalah...submit permohonan cuti, call travel agent (duhh...penuh semua) akses ke internet liat penginapan di kaltim plus ngelobby temen2 yang ada di Kaltim untuk memberikan dukungan penuh ke kita (hehehe...). Alhamdulillah, cuti di-approved (satu minggu bo'...hal yg langka di tempat kerjaku), temen yg ada dikantor Balikpapan siap men-support kendaraan buat ke Samarinda...temen yg di Samarinda siap untuk mencarikan penginapan...minimal yg murah meriah lah.... (hehe...secara baru sekali ini ke Pulau Kalimantan...mintanya tetep yang murah).


Alhamdulillah...sampai disana, anak-anak happy bisa ketemu dan ngeliat papanya berjuang di tengah lapangan, walaupun kami harus ber-taxi ria (taxi di Kalimantan sama dengan angkot di Surabaya bo')...jalan kaki ketempat pemberhentian taxi...makan pagi di warung....wuiiihh...pokoknya pengalaman tak terlupakan deh....Apalagi buat aku yang pergi sendiri tanpa papanya anak2, dengan membawa 2 buah koper besar, 2 anak yang polah tingkahnya macem2....repot..! tapi menyenangkan....SmileyCentral.com


mo baca terusss»»