Selasa, November 10, 2009

LELEHAN RINDU

10 Nopember...hari pahlawan...

64 tahun yang lalu, dari sejarah yang kudengar, yang kubaca dan telah sedikit kupelajari...tepat pada hari ini 10 Nopember, arek-arek Suroboyo dengan gagah beraninya menunjukkan patriotismenya dengan beramai-ramai mengangkat bambu runcing, melawan penjajah, merobek bendera biru dan meninggalkan secarik kain merah dan putihnya untuk tetap berkibar di atas tiang di hotel Yamato. Sungguh suatu peristiwa heroik...yang dilakukan oleh "arek-arek Suroboyo". Dan kini, Aku...sebagai "arek Suroboyo" yang saat ini merantau meninggalkan kota kenangan begitu bergetar hatiku, meleleh rinduku, tercabik mimpiku...akan suasana Surabaya...oleh panasnya Surabaya, oleh ribuan jenis makanannya, oleh celoteh kasarnya....jancuk-annya, pasar turi, jembatan merah, kenjeran dan semua yang ada di Surabaya.

Entah mengapa...Kota kenangan, kota dimana masa kecil kita tertanam, kota yang telah menjadi saksi pertumbuhan kita, tidak akan pernah hilang, lepas, ataupun terlupakan oleh kita...bahkan apabila kita telah menjadi renta di rantau, kota tersebut seakan memanggil kita untuk selalu mengunjunginya, menengoknya dan menyisakan beberapa waktu kita untuk ikut hadir dan larut dalam suasana kota kenangan.

Seperti hari ini...semua acara di TV dari pagi hingga malam selalu menyiarkan berita mengenai kenangan kota Surabaya....Ooohh, rasanya hati ini...seakan tertarik, bagai magnit yang menemukan pasangannya...pikiran ini terus melayang-layang ke kota kenangan, semua kenangan masa kecil, semua kenangan masa sekolah, semua kenangan sebelum aku pergi meninggalkannya untuk sebuah perjuangan di tanah orang. Aku rindu....aku rindu Surabaya-ku...

Surabaya...Surabaya...ooo..Surabaya
Kota kenangan, kota kenangan tak kan terlupa
Disanalah...disanalah...di Surabaya
Mula pertama...mula pertama kami berjumpa

Kuteringat...masa yang telah lalu
S'ribu insan...s'ribu hati bersatu padu
Surabaya...di tahun empat lima
Kami berjuang...kami berjuang bertaruh nyawa

I LOVE SUROBOYO

mo baca terusss»»

Selasa, Mei 12, 2009

ORANG KETIGA (menyadur judul dari tulisan di blog mbak Meidy)

Dia, orang ketiga dalam kehidupan kami berdua. Dia begitu memperhatikan aku, menyayangiku bahkan untuk hal-hal sepele mengenai aku, dia amat mengerti. Tapi sejujurnya dia bukan hanya orang ketiga bagi kami, dia juga merupakan orang ketiga bagi kedua putra-putri kami. Dia selalu siap saat kubutuhkan, dia selalu siap saat putra-putriku membutuhkan, dia jugalah yang setiap pagi menemaniku menyongsong kehidupan dihari itu, besar arti dia bagiku...juga bagi anak2ku...Siapa sih, dia...???



Yup, sosok inilah orang ketiga kami. Mbah Pupuk, begitu kami biasa memanggilnya. Sosok 67 tahun bernama asli Marpuah ini yang begitu kuat, begitu tegar dan begitu bersemangat. Beliau orang yang sangat menyayangi kami semua. Beliau-lah orang yang paling repot dirumah sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Beliau yang menyiapkan segala sesuatunya untuk kami. Rutinitas yang selalu dijalaninya hingga saat ini adalah berjalan kaki setiap pagi, siang ataupun sore ke-sekeliling komplek perumahan, baik itu kearah pasar ataupun cuman sekedar jalan - melemaskan kaki ataupun mencari tanaman-tanaman liar yang bisa untuk ditanam dirumah (nge-ramban, bhs jawa). Tak ada kamus capek dalam dirinya, bahkan saat diberi uang untuk ongkos naik angkot saat ke pasar uang itu disimpan dan lebih baik dipergunakan untuk membeli segelas es sebagai pelepas dahaga daripada untuk membayar angkot, hanya karena beliau lebih suka berjalan kaki. Benar-benar sosok yang memiliki semangat hidup yang besar. Mbah Pupuk telah tinggal dengan kami sejak Gammas (anak pertama kami) berusia 1 th. Sebelumnya, mbah Pupuk telah ikut mengabdi dengan keluargaku sejak aku belum muncul di dunia ini. Alhamdulillah, sampai saat ini beliau masih sehat, kuat dan tidak menolak saat kuajak ikut serta menemaniku untuk pindah ke kota Palembang ini. Mbah Pupuk tidak memiliki anak (kedua anaknya meninggal saat masih bayi), suaminya pun telah meninggalkan dia, jadi praktis sudah tidak ada tambatan di dalam hatinya kecuali kakak dan para keponakannya di desa. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada mbah Pupuk dan kami semua diberi kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi mbah Pupuk, untuk kesederhanaannya, untuk kebaikannya dan juga untuk kesabaran dan contoh ketegarannya.

We Love U, mbah....!!!
mo baca terusss»»

Kamis, April 23, 2009

Dapet "dedicated Award" from my best friend



Award ini aku dapatkan dari sahabat, temen tempat curhat, guru (yg ngajakin dan ngajarin aku nge-blog) sekaligus musuh yang setiap waktu bisa aku omelin, aku maki-maki...hihi... Mbak Meidy, thanks "dedicated award-nya" , jadi malu....udah lama gak nge-blog. Abis ini aktif lagi deh... :-)

Sekali lagi.. makasih... makasih... makasihhh....
mo baca terusss»»

Sabtu, Maret 28, 2009

Traffic Light



Traffic light, rambu lalu lintas yang sudah kita kenal bahkan sejak kita belum lahir...orang jawa bilang lampu bang-jo (abang ijo), orang dewasa sering menggunakannya sebagai patokan arah penunjuk jalan "setelah lampu merah belok ke kiri". Seiring berkembangnya teknologi, saat ini traffic light yang ada didampingi dengan angka yang menunjukkan seberapa lama lampu merah dan hijau akan menyala secara bergantian.

Angka itulah akan saya bahas disini. Seberapa besar angka tersebut tergantung dengan lokasi traffic light, ramai tidaknya jalur itu, jumlah antrian kendaraan juga jumlah arus lalulintas dan kendaraan yang melalui jalur traffic light tersebut.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, angka terbesar yang saya temui di Surabaya, Jakarta, Semarang maupun di kota besar lainnya adalah '99'.

Tapi tidak di Palembang. Di Palembang saya menemui angka terbesar untuk lampu merah menyala adalah '200', yang berarti membutuhkan waktu lebih dari 3 menit untuk berada didalam antrian. Bayangkan...selama lebih dari 3 menit kita harus antri menunggu lampu hijau menyala, belum lagi jika kita berada pada antrian di belakang, dimana saat lampu hijau menyala kita belum berhasil untuk melampaui traffic light tersebut. Alhasil...kita membutuhkan waktu lebih dari 6 menit untuk menunggu bahkan mungkin jika kita tertidur hingga terbangun pun lampu merah tersebut belum berganti menjadi hijau.

Sudah saatnya pihak kepolisian dan dinas perhubungan kota harus memikirkan kembali cara untuk meng-efisienkan jalur dan traffic light tersebut agar lalu lintas tetap lancar dan tingkat antrian di traffic light pun tidak terlalu lama.
mo baca terusss»»

Senin, Maret 02, 2009

Enterpreneurship

duuhhh....lama banget gak nengokin "All my Favourites" ini, selain karena sibuk...pikiran dan kegemaran sedang terpaku pada yang namanya facebook...hehe.

Sekarang aku pengen cerita tentang GaYa-ku, yang benar-benar telah membuatku tercengang. Gammas (si kakak) saat pulang sekolah, memamerkan uang yang diambil dari dalam tasnya,
Gammas : Ma, nih uang ku tujuh ribu, ditabung ya ma...
Mama : Koq banyak nak? Hasil hemat tiga hari ya...? (secara setiap hari papanya ngasih uang sakunya tiga ribu rupiah per hari)
Gammas : Bukan ma, ini hasil jualanku kempyeng (tutup botol)....
Mama : (gubraxxxx....) ???

Ternyata ceritanya, di sekolah kakak lagi musim maen "kempyeng" dan demand akan kempyeng meningkat...Gammas dengan cerdiknya mencari tutup botol itu sampai dikantin, mengumpulkannya dan dijualnya ke temen-temennya dengan harga seribu rupiah per 10 kempyeng.
Bahkan, pernah satu hari dia cerita "hari ini, dapet sedikit aku...cuman enam ribu!" tapi di hari yang lain, dia berlari-lari sambil berkata "Hari ini banyak yang beli "kempyengku" aku dapat duapuluh ribu"....hahahaaaa.... kebayang kan, mamanya ini terbengong-bengong saat si kakak dengan lancarnya berkata "wah ma, kalo aku dapet dua puluh ribu sehari, satu minggu aku dapet sekian, satu bulan, satu tahun dapet berapa ya maa...?"

Wah, nak.....sekolah dulu yaa... tapi gak papa deh, itung-itung udah belajar enterpreneurship sedari dini...hehe..
mo baca terusss»»

Sabtu, Januari 17, 2009

Searching Friends

Tiga hari ini, aku disibukkan dengan kegiatan "searching" temen-temen semasa SMA dan kuliah di facebook. Seruuu...itu yang aku alami. Bayangin sekian tahun gak pernah ketemu, ketemu2 di dunia maya, dengan sudah beranak pinak. Yang paling membanggakan, ternyata hampir seluruh temen2 yang aku temui di facebook ini, semuanya Alhamdulillah sudah menjadi "orang" semua...(emang dulunya cacing apa...hehehe)

Silaturahim yang sudah, sedang dan akan terjalin melalui facebook ini merupakan suatu sarana untuk menemukan kembali dunia nostalgia, menemukan dunia baru (seperti kegiatan nge-blog ini) bahkan bisa dipergunakan sebagai sarana refreshing...rehat sejenak dari urusan sehari-hari...pekerjaan...rumah tangga dan rutinitas lainnya. Dengan mengenal dunia ini, hidup jadi lebih berwarna, bervariasi dengan catatan....agar dipergunakan sebagaimana mestinya (tau kan koridor2nya...? :-))

Apakah anda sudah menemukan teman2 lama anda?
mo baca terusss»»

Jumat, Januari 02, 2009

Libur t'lah tiba

Musim liburan tlah datang, raport hasil belajar anak2 sudah diperoleh....alhamdulillah kedua anakku bisa mengikuti pelajaran di sekolah yg baru dengan sangat baik...kakak berada di urutan no.11 di kelasnya (baru 3 bln efektif sekolah disini - mudah2an semester depan bonus yg didpt mama papa lebih gede ya kak - ranking dan juara menurut kami bukan kewajiban, tapi bonus!) si adik malah dapet piagam karena hasil test bhs arab mendapatkan nilai 10...alhamdulillah...

Karena anak2 telah berhasil menunjukkan prestasinya, dan aku sendiri bisa mendapatkan ijin cuti dari kantor...maka kami sepakat untuk memberi reward anak2 berupa liburan. Alternatif pertama kami akan mengajak berlibur ke pantai...karena Palembang dekat dengan pulau Bangka, kami menjadikan pantai Parai sebagai alternatif pertama, alternatif kedua adalah Jakarta dengan tujuan kidzania dan tempat2 lain dan alternatif terakhir tetap di Palembang dengan mengajak tidur di hotel dan berenang. Ternyata semuanya sepakat berlibur ke Jakarta dan menginap di rumah ucu (adik bungsu papa) karena semua pengen segera ketemu dengan Rafen dan Bagys (anak-2 Ucu).

Hari I : Kami berangkat hari Minggu tgl 28/12, begitu sampai dirumah Ucu, anak2 langsung bermain dengan Rafen (anak sulung Ucu) dan Bagys (si bungsu) . Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena anak-anak termasuk Rafen (Bagys tidak termasuk karena masih imut - setahun) mendesak untuk berangkat berenang. Jadinya di hari pertama ini, acara perdana kami adalah berenang. Dan mereka baru selesai saat maghrib hampir tiba...pfiiuuhh...capek...


Hari II : Kami ke Ancol, untuk mengunjungi Sea World...si adik baru kali ini ke Sea World, jadinya dia exciting banget...lari kesana kemari, pengen liat yang namanya hiu. Karena hari ini kami berangkatnya sudah siang, maka yang terkejar untuk dikunjungi hanya Sea World aja...selesai dari Sea World, wahana2 yang ada di Ancol dah beranjak tutup. O ya...hari ini, anak2 tadi pagi pada mandi di halaman belakang...si ndut Rafen, si ceking Gammas dan si centil Aya barengan mandi sambil main perosotan...wuiihh...ramenya..! Ada fotonya sih, tapi tidak ditampilkan, takut terkena UUAP :-)



Hari III : KIDZANIA....We're coming...!! Yaaa....ini adalah agenda utama kita pergi ke ibukota, pengen ke Kidzania. Ticket sudah dipesan mama sejak jauh hari lewat internet, alhasil sampai di lokasi sekitar pk.09.00, kami bisa langsung masuk ke dalam arena Kidzania tanpa perlu mengantri untuk beli ticket masuk. Kidzania ini memang bener2 dirancang untuk memelihara mimpi anak2 menjadi orang dewasa, dari mulai menjadi seniman, tukang semir sepatu, penjaga pompa bensin hingga menjadi aktor/aktris dan hakim ada semua di Kidzania. Tapi sayangnya...tempat2 makanan yang ada didalam arena tidak semuanya menyediakan pembayaran dengan menggunakan mata uang kidzos (mata uang yang berlaku di kidzania) jadinya, uang kidzos yang berasal dari hasil kerja mereka seakan-akan tidak ada gunanya. Coba kalau cafe dan mini restauran yang ada didalam menggunakan mata uang kidzos juga pastilah anak2 akan lebih girang lagi bisa membelanjakan uang yang didapat dengan keringat mereka (ciieee...) dan menukarkannya dengan jajanan seperti burger, ice cream ataupun pop corn, bukan cuman snack-2 mini ataupun alat tulis. Dan mungkin mereka akan lebih menghargai uang...karena dengan mereka belajar mengetahui bagaimana proses bekerja, mendapatkan uang dan membelanjakannya, mereka akan juga belajar untuk berhemat dan menabung. Hehe....belajarnya jadi mahal yaa...pake di kidzania segala. Gak juga sih...toh buat anak2 belajar, selama kita bisa memberikan reward untuk mereka, dengan harapan mereka akan menjadi lebih baik lagi dan termotivasi untuk menjadi yang terbaik tidak ada salahnya kita berikan yang terbaik untuk anak-anak termasuk fasilitas bermain yang lumayan mahal ini.




Hari IV : Hari ini acara kita ke Tanah Tingal. Lokasi outbound untuk anak2 di daerah Bintaro-Tangerang (dekat dengan rumah Ucu). Asyik juga tempatnya...ada danau buatan di area belakang, ada bermacam-macam high rope (permainan outbound yang menggunakan ketinggian) antara lain flying fox, spider, dan macam2 yang mama gak tau namanya. Kakak sangat menikmati permainan ini (ini kedua kalinya mama ikutkan outbound), adik juga menikmati bahkan sangat exciting ditambah dengan tingkah polah Rafen yang takut-takut berani...akhirnya mereka bertiga berhasil mendarat dengan selamat dalam permainan Flying Fox.


Hari V : Kami ke Ancol lagi....whuuaaaa....si kakak pengen banget ngeliat monster di 4D sinema di Gelanggang Samudera. Karena hari ini berangkatnya agak pagian (jam 11 berangkat dari rumah) sampai di Ancol sekitar jam 12 lebih, maka acara berkeliling di gelanggang samudera bisa lebih leluasa. Kami menikmati 4D sinema, menonton aksi aneka satwa, lumba2, hiu dan singa laut...dan akhirnya perjalanan hari ini diakhiri dengan makan malam di daerah Mangga Dua, tepatnya didepan Mangga Dua Square di restaurant sea food. Ternyata...semua pada lapar...makanan yang dipesan mama abis ludes dalam jangka waktu cepat (mama pesen kepiting saus padang, kepiting lada hitam, ikan baronang bakar, ikan gurami goreng, udang goreng mentega dan cumi goreng tepung dan yang makan 3 orang dewasa, 3 anak), bahkan kakak nambah nasi sampai dua kali...heibattt.... capek dan lapar ya kak? :-)


Hari VI : Ini hari terakhir jalan-jalan kita di Jakarta. Kita berenang di Ocean Park, tempat berenang di BSD - Tangerang. Tempatnya hampir sama dengan Ciputra Water Park - Surabaya, hanya bedanya jika di Ciputra ban merupakan fasilitas, di Ocean harus bayar sewa. Jika di Ciputra seluruh transaksi yang ada menggunakan smart card (benar2 difungsikan sebagai alat pembayaran selama berada di arena bermain) kalau di Ocean smart card hanya sebagai pegangan aja, karena untuk pembayaran tetap menggunakan duit rupiah. Disini, anak2 amat sangat menikmati berenangnnya...bayangin aja mulai dari jam 10 pagi berangkat dari rumah, selesai bilas jam setengah tujuh malam. Benar-benar LIBURAN.... :-)
Akhirnya, saat yang tidak ditunggu oleh anak-2 (saat pulang) tibalah sudah. Aya cemberut satu hari itu...gak mau pulang...katanya "gak enak pulang, gak ketemu lagi sama Bagys", si kakak "kenapa sih ma, kita pulangnya hari ini (Sabtu), besok kan bisa sih...?" hehehe.... dasar anak2...sudah dikasih liburan teteup aja salah.... :-)


Foto2 menyusul yaaa.... :-)


mo baca terusss»»

Jumat, Desember 26, 2008

No Standing Party

Ini pengalaman pertamaku, hadir di undangan pesta pernikahan di kota Palembang. Sengaja aku dan suami dateng agak telat dari jam yang tertera di undangan, dengan harapan saat datang...langsung salaman...langsung makan...dan pulang..! Ternyata....ini bukan standing party, jadi meskipun kami datang terlambat, yang ada adalah kami dipersilahkan untuk duduk dan mengikuti acara yang masih berlangsung.

Yaaaccchhh...akhirnya kami berdua pun duduk dan mengikuti hingga seluruh rangkaian acara berakhir. Sempat bosan juga, karena kami terbiasa dengan acara standing party...tapi ada bagusnya juga acara seperti ini...kita yang hadir jadi lebih leluasa menikmati suasana pesta yang dikemas secara meriah...dari suguhan tarian..musik juga menikmati cantiknya paras sang pengantin yang duduk di pelaminan. Dengan adanya no standing party ini yang sayangnya tidak diikuti dengan sajian makanan yang diedarkan, walhasil saat waktunya makan adalah saat yang paling menyebalkan bagi kami berdua, karena kami harus mengantri dan bergiliran untuk mendapatkan sepiring makanan sajian pesta diantara ratusan tamu undangan yang hadir. Akhirnya dengan berat hati kami pun memutuskan untuk segera mengakhiri penantian panjang ini dengan segera menuju ke pelaminan untuk bersalaman dengan pengantin dan.....P U L A N G....
mo baca terusss»»

Kamis, Desember 11, 2008

Bengak dan Aida

Anak-anak memang masih memiliki kapasitas "free"di dalam otaknya yang lumayan besar, sehingga segala sesuatu yang baru akan lebih cepat terserap dan ter"create"di otaknya yang mungil itu. Salah satu contoh yang sekarang terjadi pada GaYa adalah cepatnya mereka beradaptasi dengan lingkungan barunya disini (di Palembang). Mulai dari "spelling" , kosakata, hingga logat Palembang yang berirama (naik turun).

Suatu ketika, papanya sedang merakit rak kayu yang baru saja kami beli, muncul percakapan ini :
papa : kak, bantuin papa nih bikin rak
kakak : oke pa...
papa : waduh, salah kak...ini harusnya didepan
kakak : wah...papa nih...bengak nian...!
papa : ???


ternyata bengak itu artinya "stupid"....hehehe dapet kosakata baru si kakak.

Lain lagi dengan si adik... kalo diajakin tidur dan dia sedang punya kesibukan, dia pasti akan menjawab "aiidaaa...!!" ternyata lagi...aida ini adalah bahasa palembang untuk menggambarkan ketidak setujuan. Kalo di Jawa biasanya menggunakan "hallaahhh... atau alllaaaah...". Saking seringnya si adik menggunakan kata "aida" ini, sampai kami dengan sedikit jengkel berkata "ayo lah dik, si Aida udah pulang kemarin....sekarang waktunya tidur"

Masih banyak lagi kosakata-2 baru yang mereka dapatkan, dan yang pasti lebih cepat dan lebih pinter dari papa mamanya...hehehe

mo baca terusss»»

Senin, Desember 08, 2008

BERSYUKUR

"AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN".

Bersyukurlah

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...


Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga

bersyukur akan masa surut...
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan
semua itu akan menjadi berkah bagimu ...

"The best and most beautiful things in the world
cannot be seen, nor touched, but are felt in the heart."
mo baca terusss»»

Jika kau....

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia – sia…
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha

Ketika kau menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih
Allah SWT sudah menghitung airmatamu

Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja
Allah SWT sedang menungggu bersamamu


Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apalagi…
Allah SWT sudah punya jawabannya

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan
Allah SWT dapat menenangkanmu

Ketika kau merasa sendirian dan teman – temanmu terlalu sibuk untuk menelepon
Allah SWT selalu berada disampingmu

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang…
Allah SWT mempunyai cinta dan kasih yang lebih besar dari segalanya dan Dia
telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak

Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak berbalas
Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan
Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan dapat membuatmu tersenyum

Jika tiba – tiba kau dapat melihat jejak–jejak harapan
Allah SWT sedang berbisik kepadamu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur
Allah SWT telah memberkahimu

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban
Allah SWT telah tersenyum padamu

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu

Ingat dimanapun kau dan kemanapun kau menghadap...
Allah SWT tahu krn Allah SWT Maha Tahu..
mo baca terusss»»

Selamat Idul Adha 1429H

Hari ini aku merayakan hari raya Idul Adha jauh dari keluarga besar...yaa..karena aku ada di Palembang dan seluruh keluarga besar ada di kota kelahiranku, Surabaya. Semalam, aku beserta keluarga kecilku berjalan keliling kota Palembang...tidak seperti di Sidoarjo (kota tempat aku tinggal sebelumnya), di Palembang ini tidak ada dengung takbir bergema di sepanjang jalan yang kulalui (mungkin aku kurang masuk ke dalam yaa...) tetapi yang kulihat toko-toko palen layaknya mini market dan supermarket rame banget...bahkan parkir motor sampai memenuhi jalan, department store lokal yang kebetulan berada di arah jalan komplek rumahku pun terlihat penuh sesak dilihat dari luar (benar-2 mempersiapkan hari raya besok, kayaknya SmileyCentral.com).

Hari ini, yang berangkat shalat hanya papa dan kakak (sebutanku untuk si Sulung), aku...lagi kedatangan "tamu", si adik otomatis gak ikut karena gak ada temennya. Tidak ada sesuatu yang istimewa di rumahku saat ini, tidak ada masakan special, tidak ada ketupat (di Palembang ini hari Raya Idul Adha dirayakan dengan membuat ketupat dan teman-2nya) semuanya berjalan rutin seperti biasa, kecuali tambahan rasa syukur karena dalam kondisi jauh dari keluarga besar, berkah dan rahmat dari Allah SWT tiada putus-2nya. Allah telah memberikan semua hal terbaik untukku dan keluargaku...Semoga Allah tetap memberikan ridhoNya dan selalu memberiku kesempatan untuk berbagi kepada sesama, tidak hanya di bulan Dzulhijjah ini saja, tapi juga di bulan-2 yang lain juga di hari-2 yang lain. Selamat Idul Adha 1429H.

Anda punya pengalaman berkesan seputar lebaran Idul Adha ini...?
mo baca terusss»»

Sabtu, Desember 06, 2008

Golden Wedding anniversary

SmileyCentral.com
Yaa....Bapak dan mama sudah mengarungi bahtera perkawinan ini selama 50 tahun, tepatnya di 20 Juli 2007. Sejak lebaran 2006, Bapak sudah berencana..."nanti kalo usia perkawinan Bapak sama mama genap 50 th di th depan, Bapak akan ngasih sesuatu ke anak-2" hehe...Ge-eR nih para anak-2nya (putra putri Bapak dan mama ada 8 biji...eh anak SmileyCentral.com) .
Akhirnya, tanpa sepengetahuan Bapak dan mama, aku,kakak-2ku dan adikku sepakat untuk menabung bareng-2 guna merayakan "the golden wedding anniversay" Bapak dan mama, lumayan kan...menabung dari bulan September 2006 hingga Juni 2007, secara...delapan orang yang menabung...
SmileyCentral.com
Akhirnya...Alhamdulillah, hari H itu datang juga...dengan dibantu teman yang bergerak di bidang event organizer, dan dana hasil menabung kami berhasil mempersembahkan acara syukuran bersandingnya Bapak dan mama sebagai pasangan suami istri yang ke 50 tahun. Acara dihadiri oleh keluarga besar dari Bapak dan mama, rekan-rekan masa muda Bapak dan mama, juga para kerabat yang banyak memberikan kontribusi pada kehidupan pernikahan Bapak dan Mama . Acara tersebut dikemas outdoor - di tepi kolam renang...semua berkumpul, duduk menjadi satu dan menyaksikan video perjalanan pernikahan Bapak dan Mama mulai dari dokumentasi pernikahan Bapak dan Mama (yang saat itu diceritakan dalam kondisi banjir besar di Tulungagung) hingga hadirnya para putra-putri yang berjumlah delapan orang dan diceritakan semua hingga masa kini....pfiiiuuuhhh...moment-moment ini yang lumayan bikin load pekerjaan persiapan ini menjadi besar, karena kami (aku dan seluruh kakak-adikku) harus bergotong royong mengumpulkan seluruh dokumentasi ini sekaligus mencari-cari informasi bagaimana kehidupan masa lalu Bapak dan Mama dimasa-masa pacaran hingga menikah...hehehe...seru yaa... Satu lagi yang paling seru adalah...menyembunyikan seluruh persiapan acara ini dan menghindarkan Bapak dan Mama untuk ikut serta dalam persiapan acara ini . (berdasarkan pengalaman....Bapak tuh orangnya gak bisa diem...hehe...maunya ikuuuttt aja, gak peduli capek ataupun sakit). Alhamdulillah....acara ini lancar hingga akhir, Bapak dan mama gembira bertemu kembali dengan seluruh kerabat dalam suasana yang akrab, guyub dan menyenangkan. Dan yang lebih penting...acara ini adalah persembahan cinta kami semua putra putrinya kepada Bapak dan mama yang telah memberikan kami cinta kasih yang tulus, kehidupan yang menyenangkan dan pelajaran-pelajaran hidup yang berharga. Dan, tau gak...apa ternyata yang akan dihadiahkan Bapak dan mama kepada salah satu dari kita anak-anaknya....? Ternyata, Bapak ingin menghadiahkan foto Bapak dan mama berdua yang telah diperbesar dan dipigura...hehehe...

Ya Allah, terimakasih atas seluruh karunia-Mu. Engkau telah melindungi keluarga kami. Engkau teguhkan 50 tahun pernikahan kedua orang tua kami. Semoga senantiasa abadi...


mo baca terusss»»

Rindu PECEL

Pagi ini aku melihat di salah satu stasiun TV favoritku acara wisata kulinernya pak Bondan...wow...ternyata jalan-jalannya ke Surabaya (kota asalku) dan tau gak wisatanya kemana? beli PECEL pandegiling...! Asal tau aja, pecel ini udah ada sejak aku belum lahir...

dan kebetulan tempat nasi pecel itu di daerah rumahku, jadi sejak dulu hampir setiap minggu bapak dan mama (aku biasa memanggil kedua orangtuaku dengan sebutan itu) membeli nasi pecel ini...dan karena porsinya besar...kami dulu biasa berbagi (alasan lain sih, karena harganya yang mahalll....hahahaaaa... memang pecel ini terkenal mahalnya sejak dulu, maklum satu porsinya disertai dengan daging empal hampir 1/4 kg) bapak biasa dengan 1 porsinya, aku berdua dengan mama, dan kakak2ku yang lain tergantung kebutuhan...kalo lagi kepengen satu bungkus bisa dihabiskan sendiri, kalo lagi males makan yaa berbagi dengan lainnya (kembul) . Nah, sekarang...aku ada di palembang...tidak ada pecel disini...kebayang kan...kangennya diriku dengan masakan satu ini (tapi aku masih bisa koq masak sendiri disiniSmileyCentral.com) apalagi dengan pecel pandegiling ini...whuuuaaahhh....kangen banget.... eh, lha koq pak Bondan ngiming-ngimingi...pake ngomong "hmmm....top markotop....mak nyuss" whoaaaaa.....pengeeennnnn....!
SmileyCentral.com
Pernah kangen dengan makanan masa kecil???
mo baca terusss»»

Kamis, Desember 04, 2008

ooo....mpek-mpek

Orang Palembang ini amat sangat bangga dengan mpek-mpeknya...iya sih...sapa juga yang gak bangga dan sayang dengan kota kelahirannya. Tapi pengalaman saya, juga teman2 lain diluar Palembang...sesayang-sayangnya kita dengan kota kelahiran kita, pasti masalah lidah dan perut ada rasa bosan dengan kenikmatan kuliner asal kota kelahiran kita, apalagi jika setiap hari...setiap saat...kita harus menikmati jenis kuliner yang sama. Beda dengan orang Palembang....kapanpun, dimanapun...acara apapun...yang namanya mpek-mpek selalu ada dan nomor satu dilahap sampai habis.
Dikantor...acara apapun mulai dari meeting kecil, sedang, hingga rakor dan workshop pasti panganan ini ada dan selalu berhasil memuaskan lidah dan perut wong-wong palembang ini. Tanpa rasa bosan! Ada meeting tiap hari di kantor...berarti mpek-mpek itu akan selalu ada dan tersedia di meja setiap hari. Diluar kantor pun, hampir disetiap sudut kota, disepanjang jalan...warung yang ada dan rame pengunjung pastilah warung dan depot mpek-mpek...bahkan bakso pun, yang di kota kelahiran saya (Surabaya) menjadi jargonnya cemilan asyik...lewat oleh mpek-mpek.

Anda juga suka mpek-mpek...???

mo baca terusss»»

Minggu, November 23, 2008

Ada dan Tiada

Saat itu, Kamis 23 Agustus 2008...Aku minta ijin papa pulang agak telat, karena rekan sekantor mengajak untuk makan malam bersama (farewell-lah). Kami bercanda, makan, berandai-andai...seru lah pokoknya. Sekitar pk. 20.00 WIB, kami pulang, bareng-bareng di mobil yang sama dan meneruskan bercanda...ditengah perjalanan papa telpon dan menanyakan suatu hal yang biasa "mama dimana?" tapi ada satu hal yang menggelitik untuk dapat menjadi beban pikiranku saat itu, saat papa berkata "cepat pulang ya...anak-anak sendirian, tolong ditemenin" Ada apa...? ternyata suami adik ipar dikabarkan jatuh di rumah...aku mengiyakan...tapi selang sepuluh menit hatiku merasa ada yang tidak beres...ku sms papa menanyakan bagaimana kabar suami adik iparku itu...bukan sms balasan yan kudapat tapi telpon dari papa yang bagai petir disiang bolong....
"ma...Innalillahi maa...! apa pa...kenapa...? Totok maa...innalillahi...! Aku masih terpana mendengar suara papa di telpon...masih belum ngeh dengan kata-katanya...hingga aku bertanya..."Totok kenapa pa...parah jatuhnya?" Papa dengan tersendat dan parau berkata "Totok meninggal ma.." Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un...tumpahlah airmataku di mobil saat perjalanan pulang kerumah, tak terbendung...kuucapkan istighfar berkali-kali....terbayang Liza, adik iparku...Anza dan Naafii' keponakanku yang masih berusia 9 dan hampir 2 tahun. Sesak dada ini...Seketika suasana di dalam mobil hening...semua mengerti kedukaanku. Salah seorang rekan berkata, jika ada yang meninggal dan saat itu dibacakan surat Al Ikhlas sebanyak 7 kali maka insyaAllah doanya akan diterima dan arwah yang meninggal akan didampingi oleh para malaikat. Langsung saat itu pula kudengungkan surat Al Ikhlas. Selamat jalan mas Totok, belum banyak aku mengenal dirimu, belum begitu dekat aku dengan dirimu, tapi begitu banyak hal yang kudapat darimu dan menjadi kenangan untukku. Tabahkan dan kuatkan hatimu Liz...ada 2 cahaya dalam kehidupanmu yang akan selalu menjadi penerang langkahmu...Anak-anakmu...Anza dan Naafii'.

Secuil kisah ada dan dan tiada

Berawal dari perkenalan saat pernikahannya dengan calon adik ipar, hingga menjadi ipar sesungguhnya. Sosok yang bersahaja...pendiam...tak banyak kata. Dari dia aku belajar tentang kesabaran, pengertian dan kesopanan walaupun secara tidak langsung. Masih teringat dibenakku...saat terakhir kali aku bertemu dengan beliau, satu minggu sebelum kepulangannya ke Rahmatullah...saat itu aku hanya bisa menyapa dari jendela mobil (karena mengantar Liza dan dua putranya setelah kami ziarah ke makam ayah dan ibu mertua di Malang) dengan kalimat "Gimana mas, udah sehat?" karena saat itu beliau tidak ikut ke Malang karena memang kurang enak badan. Ternyata...itulah saapaanku terakhir untuknya.


mo baca terusss»»

Sabtu, November 15, 2008

pindah

10 Oktober 2008, adalah saat kami (Aku, Papa, Gammas dan Aya) plus mbah Puah (yang ngejagain anak-anak) untuk pindah dari home sweet home kami yang pertama di Green Park Regency, Sidoarjo ke daerah yang benar2 baru dan belum kami kenal sebelumnya selain mpek-mpek dan tekwannya.... yaaa...Palembang...!! Kami akan pindah ke Palembang. Suatu hal yang benar-benar membuat kami harus berpikir dan bertindak ekstra cepat....mencari rumah, mencari sekolah, mencari calon2 pembeli barang2 yang kami tinggal, mendelegasikan kunci rumah yang lama sambil menunggu calon penyewa.....pfiiiuuuhhh...tidak terbayangkan.
Yaaa...sesuatu yang baru...! Baru…karena baru kali ini kami pindah karena tugas (dua kali sebelumnya karena pindah kontrak rumah ke rumah kami sendiri setelah sebelumnya pindah dari rumah orang tua ke rumah kontrakan), baru…karena pindahnya ke Palembang, keluar Jawa...(tidak pernah terbayang...!), baru…karena anak-anak harus pula mengikuti ego orangtuanya untuk menempuh kehidupan yang lebih baik (insyaAllah) dengan mengorbankan kepentingan dan kemauan mereka untuk tetap menikmati suasana damai dan menyenangkan di kota udang Sidoarjo.
Berat…??? Yaaa…berat…! Apalagi aku menyadari bahwa dengan kepindahan ini, aku tidak akan bisa lagi menikmati rujak cingur kesukaanku setiap kali aku menginginkannya (hihi…simple yaa), berat…saat aku sadar bahwa tidak bisa setiap kali aku ingin bermanja dengan orangtuaku, aku bisa langsung bersandar pada bahunya (biasanya aku rutin berkunjung setiap sabtu atau minggu ke rumah beliau), berat pula karena harus memutuskan sesuatu yang amat sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa dan mental Gammas dan Aya. Satu hal lagi yang membuatku berat tuk melangkah, yaitu keberadaan adik iparku yang tinggal di satu kota dengan kami di Sidoarjo…karena dia baru saja kehilangan orang yang paling dikasihinya…yaa….kami semua kehilangan…sedih rasanya jika harus mengingat itu semua, tapi insya Allah Liza dan kedua putra putrinya bisa terus menapaki hidup ini dengan langkah ringan dan dengan penuh tawakkal. Amin. (nanti aku ceritakan pada stories-ku yang lain).

Pukul 05.00 WIB Aku sudah bangun. Tidak seperti biasanya, yang masih berguling guling di kasur, saat itu aku langsung bangun dan segera ke dapur…(aku sedang berhalangan saat itu, jadi tidak menunaikan ibadah pagiku)…yaaa…dapurku sudah lengang, barang2 sudah tidak ada di tempatnya, kecuali kompor dan gas karena memang kutinggalkan. Lama aku menatap ruang dapurku dan tiba-tiba dadaku terasa sesak…aku baru menyadari…berat rasanya berpisah dari semua kenangan dan memories yang kita miliki sebelumnya, sampai akhirnya mbah Puah menyadarkanku dengan kehadiran dan sapaannya “siram mbak…?”. Aku berpaling dan menjawab “enggak mbah, mengko ae (nanti aja…)” .

Setelah itu satu persatu anggota keluargaku bangun, papa, Gammas dan si bungsu Aya. Disela-sela kegiatan persiapan terakhir itu, kakakku nomor dua (yang sengaja tidur di rumah kami untuk mengantarkan aku sekeluarga ke bandara) bicara “gak usah mbah…iku gak usah digowo” (gak usah mbah…itu gak usah dibawa)…ya ampuunnn…ternyata all stuff yang ada di dapurku sebagian besar ingin dibawa oleh si mbah, dengan menggunakan tas plastic hitam besar…padahal kami akan berangkat dengan menggunakan pesawat dan yang ada di dalam tas plastic itu adalah peralatan dapur yang dari plastic yang sengaja aku tinggalkan karena aku berpikir akan lebih efisien untuk membeli lagi di tempat baru daripada kami harus membawa dari tempat asal. Duh….mbah…! Akhirnya, daripada aku pusing memikirkan hal itu, kuserahkan sepenuhnya pada kakakku untuk mengatur tas-tas milik mbah yang akan dibawa (malam sebelumnya kami sudah mengatur dan menghitung berapa barang bawaan yang harus masuk di bagasi, termasuk punya si mbah, tapi ternyata paginya masih banyak tas2 mbah yang mau dibawa termasuk tas2 plastik itu….whoaaaaaa……).

Akhirnya, tepat pukul 09.00 WIB, kami keluar dari rumah…diiringi lambaian tangan para tetangga yang sudah empat tahun berinteraksi dengan kami (aku, papa, Gammas dan Aya juga mbah). Bye guys…we’ll remember you all.

Dibandara, sudah menunggu Liza dengan kedua putranya, tante Ros (yang suka latah), ada juga tante dan om Budi, Yang Guru (sebutan dari anakku untuk adik ibuku karena beliau seorang guru TK), Mbak Nar (kakak keduaku yang tidur semalam di rumah) dengan suaminya, Tono dan Galuh dengan dua krucilnya….dan beberapa keponakan…banyak yaaa….iyya..secara karena di keluargaku belum pernah ada yang merantau hingga ke luar Jawa untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan. O iya..keberangkatanku ini walaupun berat tapi ada hal yang menyejukkan hatiku…karena kedua orangtuaku bersedia untuk turut serta menemani saat-saat pertama kami ada di Palembang. Maturnuwun Ma..Pak….!

mo baca terusss»»

Selasa, Juli 22, 2008

On Vacation

Liburan anak-anak.....kemana yaa...?? Kebetulan saat liburan ini, papanya ngikut PON di Kaltim sebagai atlit...so, why don't we go there to support papa? aah...haaa....!! Akhirnya dalam tiga hari efektif kegiatan yang dilakukan adalah...submit permohonan cuti, call travel agent (duhh...penuh semua) akses ke internet liat penginapan di kaltim plus ngelobby temen2 yang ada di Kaltim untuk memberikan dukungan penuh ke kita (hehehe...). Alhamdulillah, cuti di-approved (satu minggu bo'...hal yg langka di tempat kerjaku), temen yg ada dikantor Balikpapan siap men-support kendaraan buat ke Samarinda...temen yg di Samarinda siap untuk mencarikan penginapan...minimal yg murah meriah lah.... (hehe...secara baru sekali ini ke Pulau Kalimantan...mintanya tetep yang murah).


Alhamdulillah...sampai disana, anak-anak happy bisa ketemu dan ngeliat papanya berjuang di tengah lapangan, walaupun kami harus ber-taxi ria (taxi di Kalimantan sama dengan angkot di Surabaya bo')...jalan kaki ketempat pemberhentian taxi...makan pagi di warung....wuiiihh...pokoknya pengalaman tak terlupakan deh....Apalagi buat aku yang pergi sendiri tanpa papanya anak2, dengan membawa 2 buah koper besar, 2 anak yang polah tingkahnya macem2....repot..! tapi menyenangkan....SmileyCentral.com


mo baca terusss»»

Minggu, Juni 15, 2008

Ultah Aya

Menghapus Format dari bidang pilihanMenghapus Format dari bidang pilihan
my little girl, Aya (Farahrani Salsabila Chandradewi) kemarin merayakan ultah yang keenam...Seru juga nyiapin acaranya, disela kesibukan kantor dan papanya yang saat ini lagi ikutan Puslatda - softball (tiap hari kudu bangun subuh trus langsung berangkat ke surabaya - yang jauhnya selitar 30 km dr rumah). Aya sebetulnya ultah tepat di tanggal 11 Juni 2008, tapi berhubung tgl 11 itu hari Rabu (waktu ngantor bo') dan Aya pengennya ngundang temen2nya di lingkungan rumah....ya udah jadinya dirayain hari Sabtu kemarin tgl 14.
Persiapan ultahnya sendiri dimulai di Rabu itu, malam sekitar pk.8 belanja bareng papa GaYa (belanja perlengkapan pestanya - balon, peluit kertas lilin dll). Hari Kamisnya baru terpikir utk menggunakan jasa badut - langsung pagi itu juga telp ke pak badut (no. telpnya dapat dari iklan yg tertempel di pohon2/tong2 sampah) untung pak badutnya masih free....hehehe.... dapat murah lagi...dua badut berbeda karakter plus jasa entertaintnya (MC, games, hadiah) cuman Rp. 250rb (murah kan...?).
Hari Jumat giliran beli pernik2 buat bidadariku (nyempetin waktu disela istirahat kantor - kalo jumat kan istirahatnya lebih panjang - dipanjang2in, maksudnya :-)). Tepat di hari H...papanya subuh2 udah berangkat ke Surabaya, tapi ternyata papa gak lupa untuk nitip tiupin balon ke tukang pompa ban depan kompleks...so, waktu papa dateng jam 2 an dirumah...balon2 udah siap untuk ditata sebagai dekor....dalam waktu kurang dari satu jam...garasi rumah udah siap untuk menerima para tamu kecilnya Aya. Aku sendiri dari jam 7 pagi udah sibuk membagi waktu....dari mulai nganter kakak (anakku yang pertama) latihan tenis, beli aqua, pinjem tikar dan karpet ke pakdenya GaYa yg rumahnya belakang kompleks...njemput kakak, sampai rumah nyiapin sarapan buat adik yang baru bangun (siang amat dik bangunnya) dan kakak yang abis tenis...trus bersih2 rumah (mau ada pesta gitu loh...).

Jam 11.30 pergi ke restoran fried chicken buat pesen paket buat tamu2 kecilnya Aya. Pfiiuuuhhh....padat kan...?! Belum lagi jam satunya aku harus ambil kue tart yang udah dipesen di temen kantor di daerah Puri Surya Jaya (setengah jam dr rumah) kebayang kan ribetnya... langsung deh ngebut...tancap gas buat ambil kuenya (kuenya cantik yaaa...temenku ini punya blog untuk urusan pesan memesan kue begini - dia juga lah inspiratorku hingga aku menyempatkan diri untuk membuat blog ini....tapi ssttt....dianya gak tau....hehehe).


Akhirnya....jam setengah empat persis, semua kelar....!











Alhamdulliah, Aya seneng...temen2nya seneng...mama papanya capek tapi ikutan seneng.... Lega rasanya, bisa nyiapin ultah bidadariku ini, ditengah kesibukan kantor dan kesibukan papanya...dan Sukses...!!!
SmileyCentral.com


mo baca terusss»»

Jumat, Juni 13, 2008

berenang


anak-anak itu hobby banget berenang....mau udara panas, dingin, ujan sekalipun, tetep aja klo maunya berenang...harus hari itu pula berenang.
Hanya satu yang membuat acara berenang gatot (gagal total) yaitu kalo badan meriang dan demam...kalo cuman pilek ama batuk sih, anak2 gak bisa dibujuk...dan herannya...saat mereka pilek dan batuk (asalkan tidak demam) selesai mereka berenang...langsung puuzzzzz.....ilang pileknya...


mo baca terusss»»