Anak-anak memang masih memiliki kapasitas "free"di dalam otaknya yang lumayan besar, sehingga segala sesuatu yang baru akan lebih cepat terserap dan ter"create"di otaknya yang mungil itu. Salah satu contoh yang sekarang terjadi pada GaYa adalah cepatnya mereka beradaptasi dengan lingkungan barunya disini (di Palembang). Mulai dari "spelling" , kosakata, hingga logat Palembang yang berirama (naik turun).
Suatu ketika, papanya sedang merakit rak kayu yang baru saja kami beli, muncul percakapan ini :
papa : kak, bantuin papa nih bikin rak
kakak : oke pa...
papa : waduh, salah kak...ini harusnya didepan
kakak : wah...papa nih...bengak nian...!
papa : ???
Suatu ketika, papanya sedang merakit rak kayu yang baru saja kami beli, muncul percakapan ini :
papa : kak, bantuin papa nih bikin rak
kakak : oke pa...
papa : waduh, salah kak...ini harusnya didepan
kakak : wah...papa nih...bengak nian...!
papa : ???
ternyata bengak itu artinya "stupid"....hehehe dapet kosakata baru si kakak.
Lain lagi dengan si adik... kalo diajakin tidur dan dia sedang punya kesibukan, dia pasti akan menjawab "aiidaaa...!!" ternyata lagi...aida ini adalah bahasa palembang untuk menggambarkan ketidak setujuan. Kalo di Jawa biasanya menggunakan "hallaahhh... atau alllaaaah...". Saking seringnya si adik menggunakan kata "aida" ini, sampai kami dengan sedikit jengkel berkata "ayo lah dik, si Aida udah pulang kemarin....sekarang waktunya tidur"
Masih banyak lagi kosakata-2 baru yang mereka dapatkan, dan yang pasti lebih cepat dan lebih pinter dari papa mamanya...hehehe
